Drag Him to Hell

semalem temen saya cerita gini via YM:

him: Nanay, gue udah 2 bulan ini belajar budha. 

me: fuck. seriously? 

me: terus? 

him: Dan semakin lama, gue makin yakin mau pindah. 

me: seriously serious? 

me: kenapa? 

him: Rencana gue, umur 20 nanti mau mulai ikut ibadahnya 

him: Nanti 21 baru gue ganti di identitas gue

saya speechless dan ngga lama kemudian i was crying silently. saya pun ngga sadar tiba-tiba saya nangis. what making me being so emotional while my head telling me to be logical? 

sepersekian detik tadi saya diam, saya sedang memaksa diri saya untuk berpikir keren selayaknya seorang liberal yang berlapang dada dan mendukung apapun keputusan temannya yang dirasa baik. segala hal termasuk agama adalah sebuah prinsip hidup yang tidak boleh ada campur tangan orang lain. sebuah kebebasan pribadi, sebuah hak asasi yang mutlak.

tapi persetan! ketika saya membayangkan surga dan neraka, HAM berubah menjadi barang rongsokan. he’s my friend, and i don’t wanna see him burned in hell! so, i cried…

sekali lagi, saya harus memberi applause kepada beliau yang telah merumuskan teori bahwa wanita dikendalikan oleh hati dan laki-laki oleh kepala. bagaimanapun saya berusaha menjadi “laki-laki”, nyatanya gagal. saya tetaplah wanita yang bersenjatakan air mata.

in the end, he was telling me that i was punked! 

Lord, please drag him to hell -____-

06/23/11 at 8:01pm